Thursday, December 8, 2016

Puisi Cinta : Hati yang Buta

Hati yang Buta
Ketika aku melihat dirimu.
Mataku langsung tertutup oleh karena parasmu.
Dan saat aku membuka mataku aku serasa buta.
Butaku bukan hanya karena parasmu tapi karena sikapmu juga.
Tak hanya mataku saja yang buta.
Tetapi hatiku langsung buta karenanya.

Teguran dan masukan dari teman tidak aku hiraukan.
Kuanggap perkataan mereka bagaikan sekam yang ditiup angin.
Sampah dan busuk semua masukan dan perkataan mereka.
Hal itu hanyalah duri dalam dagingku.

Begitu juga dengan perkataan orangtua.
Kuanggap mereka tidak punya kendali untukku.
Memang mereka lebih tua tetapi apakah dia punya kendali untukku.
Hah perkataan mereka hanya seperti buku yang amat membosankan.
Panjang lebar dan tidak jelas.

Tanpa menghiraukan perkataan mereka.
Akupun menuliskan dan mengatakan kata cinta untuknya.
Namun sayang harapanku hanya di angan-angan.
Ia menolakku dengan mentah-mentah.
Pupus sudah harapanku untuk hidup bersama dengan dia.

Alangkah baiknya jika aku mendengar mereka.
Sebab kalau mendengar mereka.
Hati yang buta ini.
Bisa dipulihkan oleh cinta kasih mereka.














No comments:

Post a Comment