Friday, April 27, 2018

Sonnet 1 Alone


Leave me alone until I die
Just walk away with sorrow
Because you always tell a lie
And break our holiness vows
Do you want to run from reality
Or fly away to imagination
Love you again just a fantasy
Turn back again is condemnation
Pure and tender of love just a dream
Like a ghost disappear and lost
It will not shine again like sunbeam
And determine by our Host
    My hope is quite and deserted
    To rest and quit from or loved


Wednesday, April 25, 2018

Balada Seorang Pecinta

Balada Seorang Pecinta

Cinta hanyalah buangan
Tanpa ada rasa dan perasaan
Begitulah suara dari para pencinta
Di dalam kemelut dan kegagalan

Tiada rasa indah dan manis
Hanya ada rasa duka dan tangis
Itulah seruan hati dari para pecinta
Malang dan penuh dengan rasa miris

Kegelapan dan kengerian
Rasa sakit dan teriakan
Selalu melingkupi para pecinta
Karena rasa takut akan penolakan

Cinta hanyalah puisi
Ditulis oleh para pujangga
Cinta hanyalah ilusi
Demikianlah ungkapan seorang pecinta

Tuesday, April 24, 2018

Dosa

Tuhan
Apakah aku berlumuran dosa ?
Penuh dengan kesalahan
Sehingga tiada lagi asa ?

Tuhan
Apakah aku bersalah ?
Hingga tiada lagi harapan
Untuk kembali berserah

Tuhan
Layakkah aku datang ke hadiratMu
Karena hatiku layaknya pakaian
Penuh dengan noda dan debu

Tuhan
Apakah Kau bersedia mengampuniku ?
Walaupun ribuan doa tak bisa menghapuskan
Luka hatiMu yang dibuat olehku

Thursday, December 8, 2016

Puisi Cinta : Kidung di Taman Mawar

Kidung di Taman Mawar
Aku ingin bernyanyi.
Bernyanyi kidung di taman mawar.
Aku ingin bertembang.
Bertembang tentang indahnya cintaku di taman mawar.

Izinkan aku untuk melukiskan.
Indahnya wanitaku layaknya mawar merah.
Sungguh cintaku padamu seperti lebah.
Yang menginginkan madu pada bunga mawar.
Aku ingin mengungkapkan cintaku lewat kidung ini.

Bunga mawar yang indah.
Kau berdiri dengan gagah.
Di taman mawar inilah.
Aku mengungkapkan cinta padamu.

Manis seperti madu.
Itulah rasa cinta yang kau berikan.
Rindu cintaku padamu tidak tertahankan manisnya.
Sekalipun ada yang menahannya.
Rasa manis itu tidak akan hilang.

Oh mawar merahku.
Apa kau bersedia mendengar kidungku?
Dan mawar merahku.

Apa kau bersedia berada disisiku?

Puisi Cinta : Hati yang Buta

Hati yang Buta
Ketika aku melihat dirimu.
Mataku langsung tertutup oleh karena parasmu.
Dan saat aku membuka mataku aku serasa buta.
Butaku bukan hanya karena parasmu tapi karena sikapmu juga.
Tak hanya mataku saja yang buta.
Tetapi hatiku langsung buta karenanya.

Teguran dan masukan dari teman tidak aku hiraukan.
Kuanggap perkataan mereka bagaikan sekam yang ditiup angin.
Sampah dan busuk semua masukan dan perkataan mereka.
Hal itu hanyalah duri dalam dagingku.

Begitu juga dengan perkataan orangtua.
Kuanggap mereka tidak punya kendali untukku.
Memang mereka lebih tua tetapi apakah dia punya kendali untukku.
Hah perkataan mereka hanya seperti buku yang amat membosankan.
Panjang lebar dan tidak jelas.

Tanpa menghiraukan perkataan mereka.
Akupun menuliskan dan mengatakan kata cinta untuknya.
Namun sayang harapanku hanya di angan-angan.
Ia menolakku dengan mentah-mentah.
Pupus sudah harapanku untuk hidup bersama dengan dia.

Alangkah baiknya jika aku mendengar mereka.
Sebab kalau mendengar mereka.
Hati yang buta ini.
Bisa dipulihkan oleh cinta kasih mereka.














Wednesday, December 7, 2016

Puisi Bertema Kehidupan: Ombak Kehidupan

Ombak Kehidupan
Bumi ini seperti samudra.
Manusia adalah karangnya.
Dan masalah kehidupan adalah ombaknya.
Sehari-hari kita diterpa ombak kehidupan.
Memang sakit tetapi jika dihadapi.
Akan menuai hasil yang menggembirakan.

Ombak kehidupan membuat kita lebih kuat.
Ombak kehidupan membuat kita lebih tangguh.
Ombak kehidupan menjadikan kita sebagai pemenang.
Tanpa ombak kehidupan hidup kita hanya sia-sia belaka.

Ombak Kehidupan datanglah padaku.
Terjanglah aku dengan sekuat-kuatnya.
Agar aku bisa dianggap sebagai pemenang.
Dan aku bisa disebut sebagai penakluk masalah kehidupan.

Tuesday, December 6, 2016

Puisi Bertema Kehidupan: Kabut Hitam

Kabut Hitam
Seringkali kita melihat
Ada kabut hitam di mata hati kita
Gelap,suram,dan gelisah menjadi satu dalam kabut itu
Kepedihan hati meliputi jiwa setiap orang yang terjebak dalam kabut hitam itu
Sungguh aku ingin keluar dalam kabut hitam itu

Kabut hitam itu adalah kesepian dan kesendirian
Dua hal itu membuatku lenyap dari dunia nyata
Hal itu jugalah yang membuat aku terperangkap dalam kabut hitam
Kabut hitam kaulah sumber dari segala kepedihanku

Kabut hitam kapan engkau pergi?
Kapan engkau menghilang dari diriku?
Jiwaku berteriak ingin pergi dari kabut hitam itu
Tak tahan lagi aku menanggung kabut hitam dalam batinku

Kabut hitam itu membuat aku muak dengan segala yang ada
Ia tidak hanya membuatku kesepian ia juga membuat aku turun ke sampai dunia orang mati
Oh Sang Pemberi Rahmat berikanlah aku kekuatan
agar aku bisa menghadapi kabut hitam yang menyelimutiku sampai akhir hayatku